Senin, 13 Juni 2011
Minggu, 12 Juni 2011
Target Messi Selanjutnya, Copa America
Lionel Messi punya banyak koleksi gelar, baik individu maupun bersama klubnya Barcelona. Tapi saat membela negaranya, ia belum punya prestasi mentereng.
Prestasi terbaiknya bersama Argentina masih sebatas emas Olimpiade dan gelar Piala Dunia U-20. Di level senior? ia belum berbuat banyak untuk Tango.
Wajar bila akhirnya Messi sangat berharap untuk bisa menyumbang gelar bergengsi. Untuk tahun ini, targetnya adalah meraih juara Copa America.
Copa America tahun ini akan mentas di Argentina mulai Juli nanti. Setelah sukses bersama Barca, 40 juta lebih penduduk Argetina tentu berharap sang Messiah bisa mempersembahkan gelar tertinggi antar negara Amerika Selatan pada negaranya.
"Saya berharap Argentina bisa bergembira dengan kembali merebut Copa Amrica. Kami punya tim yang bagus," kata pemain terbaik dunia itu dikutip dari Goal.com. "Kami punya rencana tentang bagaimana kami akan bermain nanti dan kami bergairah untuk memenangkan Copa."
Copa America tahun ini merupakan edisi ke-43 sejak pertama kali digelar tahun 1916. Bersama Uruguay, Tango merupakan tim tersukses dengan mengoleksi 14 gelar juara, (copy from BOLANEWS)
Prestasi terbaiknya bersama Argentina masih sebatas emas Olimpiade dan gelar Piala Dunia U-20. Di level senior? ia belum berbuat banyak untuk Tango.
Wajar bila akhirnya Messi sangat berharap untuk bisa menyumbang gelar bergengsi. Untuk tahun ini, targetnya adalah meraih juara Copa America.
Copa America tahun ini akan mentas di Argentina mulai Juli nanti. Setelah sukses bersama Barca, 40 juta lebih penduduk Argetina tentu berharap sang Messiah bisa mempersembahkan gelar tertinggi antar negara Amerika Selatan pada negaranya.
"Saya berharap Argentina bisa bergembira dengan kembali merebut Copa Amrica. Kami punya tim yang bagus," kata pemain terbaik dunia itu dikutip dari Goal.com. "Kami punya rencana tentang bagaimana kami akan bermain nanti dan kami bergairah untuk memenangkan Copa."
Copa America tahun ini merupakan edisi ke-43 sejak pertama kali digelar tahun 1916. Bersama Uruguay, Tango merupakan tim tersukses dengan mengoleksi 14 gelar juara, (copy from BOLANEWS)
Pep :...
Pelatih Barcelona, Pep Guardiola, membantah bahwa prestasi Lionel Messi dkk dalam dua musim terakhir berkat kepiawaiannya dalam meracik strategi. Ia menilai, prestasi ini justru berkat penampilan ciamik anak asuhnya dalam menerapkan taktik yang ia racik."Tim ini bisa melakukan hal yang sama dengan pelatih lain. Saya tak bisa melakukannya tanpa bantuan para pemain, yang bermain sangat luar biasa," kata Guardiola kepada Sport.
Selama tiga tahun di bawah asuhannya, Guardiola berhasil meraih tiga gelar Liga BBVA dan dua Liga Champions. Prestasi yang tak diraih "Blaugrana" ketika ditangani oleh Frank Rijkaard, Radomir Antic, Carles Rexach, Bobby Robson, Louis van Gaal, Llorenc Serra Ferrer, dan Antonio de la Cruz (pelatih sebelum Guardiola). Jadi, wajar jika banyak yang berpendapat bahwa keberhasilan Barcelona tak lepas dari tangan dinginnya.
"Saya tidak melakukan sesuatu yang berbeda dengan apa yang pelatih sepak bola lainnya lakukan, baik di Divisi Utama, Divisi Dua, maupun yang lebih rendah," jelas Guardiola.
"Saya tidak menganggap diri saya lebih baik dari orang lain. Saya hanya melakukan pekerjaan saya dengan kemampuan terbaik (yang saya bisa) tanpa kehilangan pandangan dari mana asal saya, bersikap jujur dengan para pemain, (mencoba) tidak menyesatkan siapa pun, dan menyampaikan ide sepak bola saya," ia mengakhiri.
Selama tiga tahun di bawah asuhannya, Guardiola berhasil meraih tiga gelar Liga BBVA dan dua Liga Champions. Prestasi yang tak diraih "Blaugrana" ketika ditangani oleh Frank Rijkaard, Radomir Antic, Carles Rexach, Bobby Robson, Louis van Gaal, Llorenc Serra Ferrer, dan Antonio de la Cruz (pelatih sebelum Guardiola). Jadi, wajar jika banyak yang berpendapat bahwa keberhasilan Barcelona tak lepas dari tangan dinginnya.
"Saya tidak melakukan sesuatu yang berbeda dengan apa yang pelatih sepak bola lainnya lakukan, baik di Divisi Utama, Divisi Dua, maupun yang lebih rendah," jelas Guardiola.
"Saya tidak menganggap diri saya lebih baik dari orang lain. Saya hanya melakukan pekerjaan saya dengan kemampuan terbaik (yang saya bisa) tanpa kehilangan pandangan dari mana asal saya, bersikap jujur dengan para pemain, (mencoba) tidak menyesatkan siapa pun, dan menyampaikan ide sepak bola saya," ia mengakhiri.
Messi : San Paolo seperti dongeng
Penyerang Barcelona, Lionel Messi, mengaku berharap timnya akan berkesempatan melawan Napoli di Liga Champions musim depan supaya bisa bermain di Stadion San Paolo, yang disebutnya seperti dongeng bagi dirinya sebagai orang Argentina.
Selain itu, Messi juga menilai, jika Napoli melawan timnya dengan diperkuat Ezequiel Lavezzi, pertandingan akan semakin seru.
"Bagi kami orang Argentina, Stadion San Paolo di Naples adalah seperti dongeng. Selalu merupakan hal menyenangkan bermain melawan tim dengan sejarah. Jika tim itu memainkan Ezequiel Lavezzi, pertandingan akan semakin menarik," ujar Messi.
"Anda harus bekerja keras di Liga Champions. Ini adalah turnamen kompetitif dan Anda tak bisa melakukan kesalahan apa pun."
Napoli pernah dibela legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona, pada 1984-1991. Bersama Maradona, Napoli memenangi Piala UEFA (sekarang Liga Europa) 1988-1989. (FBI) (copy from kompas.com)
Selain itu, Messi juga menilai, jika Napoli melawan timnya dengan diperkuat Ezequiel Lavezzi, pertandingan akan semakin seru.
"Bagi kami orang Argentina, Stadion San Paolo di Naples adalah seperti dongeng. Selalu merupakan hal menyenangkan bermain melawan tim dengan sejarah. Jika tim itu memainkan Ezequiel Lavezzi, pertandingan akan semakin menarik," ujar Messi.
"Anda harus bekerja keras di Liga Champions. Ini adalah turnamen kompetitif dan Anda tak bisa melakukan kesalahan apa pun."
Napoli pernah dibela legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona, pada 1984-1991. Bersama Maradona, Napoli memenangi Piala UEFA (sekarang Liga Europa) 1988-1989. (FBI) (copy from kompas.com)
Linkin Park will be coming at Jakarta this September
Band yang dibentuk di Agoura Hills, California, Amerika Serikat, pada 1996, Linkin Park, dijadwalkan akan menggelar konser kedua mereka pada 21 September 2011 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Kabar gembira untuk para penggemar berat grup musik yang pernah menyabet Grammy Awards ini disampaikan melalui akun Twitter mereka, @linkinpark. Dalam akun Twitter mereka berkicau, "Jakarta, Indonesia. We're coming. September 21. Stadion Utama GBK. See you soon."
Dikutip dari website resmi promotor mereka, Big Daddy Production, tiket konser kali ini dijual dengan harga terendah Rp 550.000 dan termahal Rp 2,5 juta per lembar, mulai 18 Juni 2011 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.
Sebelum menghibur fans mereka di Jakarta, Linkin Park dijadwalkan akan menggelar konser di Taipei, Taiwan.
Linkin Park pertama kali manggung di Jakarta pada 13 Juni 2004 di Pantai Karnaval, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta. Dalam konser itu mereka menghipnotis lebih dari 30.000 penonton dengan hit-hit mereka, seperti "Numb" dan "Crawling" dari album Hybrid Theory dan Meteora. (Abdul Qodir)
Kabar gembira untuk para penggemar berat grup musik yang pernah menyabet Grammy Awards ini disampaikan melalui akun Twitter mereka, @linkinpark. Dalam akun Twitter mereka berkicau, "Jakarta, Indonesia. We're coming. September 21. Stadion Utama GBK. See you soon."
Dikutip dari website resmi promotor mereka, Big Daddy Production, tiket konser kali ini dijual dengan harga terendah Rp 550.000 dan termahal Rp 2,5 juta per lembar, mulai 18 Juni 2011 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.
Sebelum menghibur fans mereka di Jakarta, Linkin Park dijadwalkan akan menggelar konser di Taipei, Taiwan.
Linkin Park pertama kali manggung di Jakarta pada 13 Juni 2004 di Pantai Karnaval, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta. Dalam konser itu mereka menghipnotis lebih dari 30.000 penonton dengan hit-hit mereka, seperti "Numb" dan "Crawling" dari album Hybrid Theory dan Meteora. (Abdul Qodir)
Langganan:
Komentar (Atom)
